Tuesday, March 29, 2005

:: Rahasia Perempuan ::

Dimana Letak Kecantikan Wanita...???

Untuk membentuk bibir yang menawan, ucapkanlah kata-kata kebaikan.

Untuk mendapatkan mata yang indah, carilah kebaikan pada setiap
orang yang anda
jumpai.

Untuk mendapatkan bentuk badan yang langsing, bagikanlah makanan
dengan mereka
yang kelaparan.

Untuk mendapatkan rambut yang indah, mintalah seorang anak kecil
untuk
menyisirnya dengan jemarinya setiap hari.

Untuk mendapatkan sikap tubuh yang indah, berjalanlah dengan segala
ilmu
pengetahuan, dan anda tidak akan pernah berjalan sendirian.

Manusia, jauh melebihi segala ciptaan lain.
Perlu senantiasa berubah, diperbaharui, dibentuk kembali, dan
diampuni.
Jadi, jangan pernah kecilkan seseorang dari hati anda.
Apabila anda sudah melakukan semuanya itu, ingatlah senantiasa.
Jika suatu ketika anda memerlukan pertolongan, akan senantiasa ada
tangan
terulur.
Dan dengan bertambahnya usia anda, anda akan semakin mensyukuri
telah diberi dua
tangan, satu untuk menolong diri anda sendiri dan satu lagi untuk
menolong orang
lain.
Kecantikan wanita bukan terletak pada pakaian yang dikenakan, bukan
pada bentuk
tubuh, atau cara dia menyisir rambutnya.

Kecantikan wanita terdapat pada mata, cara dia memandang dunia.
Karena di matanya terletak gerbang menuju ke setiap hati manusia, di
mana cinta
dapat berkembang.
Kecantikan wanita bukan pada kehalusan wajah.
Tetapi pada kecantikan yang murni, terpancar pada jiwanya, yang
dengan penuh
kasih memberikan perhatian dan cinta dia berikan.
Dan kecantikan itu akan tumbuh sepanjang waktu.

Roni Irnawan/1mm1/30

***********
10:12 AM
***********

:: Humor ::

Mbok Ponirah Mengayuh Becak demi Biaya Sekolah Anaknya
> >
> > Mbok Ponirah, ibu enam orang anak sedang mengayuh becaknya yang
> > ditumpangi tiga orang anak sekolah yang menjadi langganannya setiap hari
> > sekolah, di samping mencari penumpang lainnya .SEPINTAS orang tak akan
> > menyangka kalau sang pengayuh becak ini adalah seorang perempuan.
> > Ponirah (54) begitu nama warga Desa Njeblog, Madukismo, Bantul ini.
> > Bentuk potongan rambutnya yang menyerupai laki-laki atau potong cepak
> > kadang ala tentara, sempat membuat pelanggannya terkesima.
> >
> > Sambil ngepos di Pojok Benteng Kulon, Jalan Bantul, Ponirah yang lekat
> > dengan caping, celana panjang, hem lengan panjang, ibu enam anak dan
> > nenek dari dua cucu ini mengayuh becak untuk mengais rezeki dan
> > mewujudkan cita-citanya.Sebenarnya cita-citanya cukup sederhana, tapi
> > sangat mulia. Menyekolahkan anak. Namun karena pendapatan suaminya yang
> > buruh tani itu pas-pasan, Ponirah nekat kredit becak. Becak merek "Budi"
> > itu dibeli dengan angsuran, per hari Rp 3 ribu dan kini sudah
dilunasinya.
> >
> > Kasih ibu sepanjang masa, itulah yang dilakonkan istri Supardjo (59) itu
> > setiap hari dengan memulai mengayuh becak sejak pukul 04.00. Namun
> > baginya tugas keluarga adalah yang utama. Subuh-subuh, ia sudah
> > menyiapkan sarapan dan membersihkan rumahnya. Sekitar pukul 07.00 ia
> > mulai melalang buana dengan becaknya. "Setiap pagi saya mengantar anak
> > juragan saya ke sekolah," katanya.Ponirah bangga bisa dipercayai
> > antarjemput tiga anak sekolah. Perempuan jangkung dengan postur tubuh
> > layaknya laki-laki ini, sering dipanggil 'Pak'. Namun dengan lugu,
> > perempuan yang mengaku tidak pernah mengenyam bangku sekolah ini
> > menyatakan, apapun panggilan orang kepada dirinya, ia tidak pernah
> > memasalahkan. Biasanya, katanya setelah tahu ternyata tukang becaknya
> > perempuan, penumpang lalu minta maaf. "Maaf ya Bu, saya tidak tahu. Saya
> > kira bapak-bapak," ujar Ponirah menirukan penumpang yang keliru
> > memanggil dirinya.Entah karena tiap hari berpanas-panas, kulitnya pun
> > kehitam-hitaman terbakar matahari. Gayanya yang khas laki-laki terlebih
> > ketika mengisap rokok kreteknya, sempat membuat siapa saja akan
> > memanggilnya 'Pak'. Sambil menjawab pertanyaan wartawan, Ponirah
> > berbicara dengan lugas dan tidak pernah basa-basi.
> >
> > Bukan hanya penumpang yang keblinger melihatnya. Sesama penarik becak
> > pun sering salah sangka. Pernah suatu ketika ia ditempeleng oleh penarik
> > becak lainnya. "Gara-garanya, sehabis menurunkan penumpang di Kotabaru,
> > ada penumpang lain naik. Saya dikira cari penumpang di daerah itu,"
> > paparnya.Namun tamparan itu tidak pernah menyurutkan nyalinya untuk
> > tetap berkarya. Jika sepi penumpang, Ponirah selalu pulang menjelang
> > Maghrib. Tetapi kadang ia harus pulang lewat pukul 20.00
> >
> > "Beberapa hari lalu saya pulang sampai rumah jam delapan malam. Saya
> > disuruh mengantar langganan periksa ke rumah sakit. Jadi harus menunggu
> > sampai selesai," katanya seraya mengaku tidak takut. "Saya sudah biasa
> > begini,''katanya.Dia juga menuturkan, beberapa kali diganggu orang
> > tetapi dia biarkan saja. Saya tidak peduli dengan mereka. "Pernah ada
> > orang mau bayar saya. Orang itu meminta saya untuk memarkir becak saya,
> > lalu mau mengajak saya pergi. Tetapi saya tidak pedulikan dan saya
> > tinggal pergi,'' ujarnya.
> >
> > *Biar Sekolah*
> >
> > Seperti ibu-ibu yang lain, Ponirah juga berharap anaknya bisa menuntut
> > ilmu setinggi mungkin. "Saya ini bekerja untuk biaya sekolah anak-anak.
> > Agar anak saya pintar, modal saya hanya jujur dan halal. Karena itu saya
> > tidak pernah mau macam-macam," ujarnya.Ponirah tahu bahwa bekerja di
> > luar rumah, memang penuh risiko. Namun empat belas tahun menjadi tukang
> > becak, Ponirah tidak pernah menyerah. Apa lagi hanya karena ditempeleng
> > rivalnya."Selama saya kuat dan anak-anak masih butuh biaya sekolah saya
> > akan terus mbecak. Juragan saya baik-baik, anak-anak yang saya antar
> > sekolah memanggil saya 'mak'. Mereka kadang minta dibelikan minum,"
> > ucapnya sambir cengar-cengir.Dituturkan, saat ini ia tinggal membiayai
> > anak bungsunya. Ponirah menceritakan lima anak yang lain begitu selesai
> > SMA langsung bekerja.
> >
> > Dua bekerja di hotel, satu buruh, satu bekerja di kerajinan kulit dan
> > satu lagi bekerja di kerajinan patung. Anaknya terkecil masih duduk di
> > kelas III SMP. "Saya kebrojolan anak terakhir. Setelah punya lima anak,
> > saya KB streril. Lima tahun kemudian kok saya hamil lagi. Ya sudah
> > memang sudah kehendak Allah," ujarnya.Walau demikian, Ponirah tidak rela
> > bila anak-anaknya kelak mengikuti jejak ibunya. "Biar aku sendiri saja
> > yang seperti ini. Anak-anak tidak boleh. Mereka harus sekolah, kalau
> > sudah besar bisa bekerja yang lain," ujar
> >
> > *Penghargaan*
> >
> > Mungkin nasib Ponirah tidak seberuntung perempuan lainnya. Tetapi
> > perempuan 'perkasa' ini adalah satu dari sepuluh perempuan penerima
> > penghargaan "Ibu Tahan Banting", yang diberikan ibu-ibu Pendidikan
> > Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
> > Penghargaan itu diberikan dalam rangka peringatan Hari Kartini, Kamis
> > (29/4) yang lalu. "Anak-anak saya waktu itu tidak ada yang tahu kalau
> > saya mau terima penghargaan," katanya.
> >
> > Sesampainya di rumah, anak-anaknya malah menanyainya. "Saya malah
> > diejek, tadi naik mobil polisi ya? pakai dike-crek (diborgol) enggak?
> > Waduh senangnya salaman dengan Sultan dan Ratu Hemas," kenang Ponirah
> > pada ejekan anak-anaknya.Hadiah yang diterima Ponirah memang tidak
> > besar, uang Rp 100 ribu dan sebuah seprei. Namun penghargaan dan
> > kesempatan bertatap muka dan bersalaman dengan Sri Sultan dan Gusti
> > Kanjeng Ratu Hemas yang membuat Ponirah bangga.
> >
> > "Saya ini orang miskin yang tidak bisa baca kok ya diberi hadiah. Yang
> > paling senang, saya bisa salaman dengan Gusti Ratu dan Sri Sultan,"
> > katanya dengan mata berbinar.Ponirah tidak bisa menduga. Sampai di mana
> > kekuatannya untuk menyekolahkan anak bungsunya itu. "Biaya pendidikan
> > sekarang ini mahal sekali. Yang jelas selama saya kuat, tidak akan putus
> > asa karena tidak ingin anak saya putus sekolah. Saya bekerja agar
> > anak-anak saya jadi anak pinter dan bisa bekerja dengan baik, tidak
> > seperti ibunya," kata Ponirah.
> >
> > Ponirah memang benar-benar seorang ibu yang sejati. Ia pantas mendapat
> > penghargaan. Ponirah pun tidak ingin dikasihani, tapi kalau ada yang
> > tergerak hatinya meringankan beban beratnya mengayuh becak setiap hari
> > demi sekolah anak-anaknya, tentu Ponirah tidak akan menolak uluran
> > tangan dari siapa saja. Semoga.

Roni Irnawan / 1mm1 / 30

***********
10:10 AM
***********

:: Hidup adalah perjuangan ::

Seorang cadel ingin membeli nasi goreng yang sering mangkal di dekat
rumahnya.

Cadel: Bang, beli nasi goleng satu
Abang: Apa...? (ngledek)
Cadel: Nasi goleng!
Abang: Apaan ? (ngledek lagi)
Cadel: Nasi goleng!!!
Abang: Ohh nasi goleng...


Sambil ditertawakan oleh pembeli yang lain dan pulanglah si cadel Dengan
sangat kesal. Sesampainya di rumah dia bertekad untuk berlatih mengucapkan
"nasi goreng" dengan benar. Hingga akhirnya dia mampu Mengucapkan dengan
baik dan benar.


Hari 2.....
Dengan perasaan bangga, si cadel ingin menunjukkan bahwa dia bisa
mengucapkan pesanan dengan tidak cadel lagi.
Cadel: Bang, saya mau beli NASI GORENG, bungkus!!!
Abang: Ohh...pake apa?
Cadel: ...pake telol... (sambil sedih)


Akhirnya kembali dia berlatih mengucapkan kata "telor" sampai benar.


Hari 3......
Untuk menunjukkan bahwa dia mampu, dia rela 3 hari berturut - turut makan
nasi goreng.


Cadel: Bang, beli NASI GORENG, pake TELOR!! Bungkus!
Abang: Ceplok atau dadar?
Cadel: Dadal... (dengan spontan)

Kembali dia berlatih dengan keras.


Hari 4.......
Dengan modal 4 hari berlatih lidah hari ini dia yakin mampu memesan dengan
tanpa ditertawakan.


Cadel: Bang, beli NASI GORENG, pake TELOR, di DADAR!
Abang: Hebat kamu 'del, udah nggak cadel lagi nich, harganya Rp.2500 del


Si cadel menyerahkan uang Rp.3000 kepada si abang, namun si abang tidak
memberikan kembaliannya, hingga si cadel bertanya :

Cadel: Bang, kembaliannya?
Abang: Oh iya, uang kamu Rp.3000, harganya Rp.2500, kembalinya berapa
del?(sambil senyum ngledek)


Si cadel gugup juga untuk menjawabnya, dia membayangkan besok bakal akan
nasi goreng lagi. Tapi akhirnya dia menjawab "GOPEK...!!!". Sambil
tersenyum penuh kemenangan.

INTI DALI CELITA INI ADALAH HIDUPLAH TELUS DGN PENUH PELJUANGAN !! JANGAN
MENYELAH YACH !! MELDEKA


Roni Irnawan /1 mm1 / 30

***********
10:08 AM
***********

Thursday, March 24, 2005

:: ::

BUKU HARIAN ISTERI

Minggu Malam - Dia bertingkah aneh. Sebelumnya kami berjanji bertemu di
Cafe. Aku shopping seharian dg teman-teman, sehingga mungkin dia kesal
karena aku agak telat sampai di Cafe, tapi dia tak berkomentar.

Ngobrolnya nggak nyambung, jadi aku usul kita pergi ketempat yang agak
sepi supaya ngobrolnya lebih enak, dia setuju tapi tetap diam dan berjarak.
Aku tanyakan apa yang salah - dia jawab, "Tak ada". Aku tanyakan apakah
kesalahan ku yang membuatnya kesal. Dia bilang hal ini tak ada kaitannya
dengan ku dan minta aku nggak usah khawatir.

Dalam perjalanan pulang, ku bilang aku mencintainya, dia cuma tersenyum
tipis dan tetap menyetir. Aku tak bisa menjelaskan perangainya sore itu.
Aku tak habis pikir kenapa dia tak menjawab, "aku cinta kamu juga".
Sesampainya dirumah, aku merasa kehilangan dia, dan seolah-olah dia tak
menghendaki ku lagi. Dia hanya duduk dan nonton depan TV; dia terlihat jauh
dan menghilang.

Akhirnya aku putuskan untuk tidur. Sekitar 10 menit kemudian, dia menyusul
ke kamar. Aku nggak tahan lagi, kuputuskan untuk menghadapinya dan
menanyakan soal sebenarnya! tapi dia langsung tertidur. Aku mulai menangis
sampai tertidur. Aku tak tahu apa yang harus ku lakukan. Aku yakin
pikirannya sama cewek lain. Hidupku serasa kiamat...




BUKU HARIAN SUAMI

Hari ini Manchester United kalah. SIALAAAN............!!!!!!!


Author By : Roni Irnawan / 1mm1 / 30

***********
10:07 AM
***********

Wednesday, March 23, 2005

:: Menebak usia mumi ::

Sewaktu jaman orde baru . Cerita tentang sayembara menebak usia mumi di Giza, Mesir . Puluhan negara diundang oleh pemerintah Mesir, untuk mengirimkan tim ahli paleoantropologinya yang terbaik . Tapi, pemerintah Indonesia lain dari yang lain, namanya juga jaman orde baru yang waktu itu masih bergaya represif misal banyaknya penculikan para aktivis . Makanya pemerintah mengirimkan seorang aparat yang komandan intel .

Tim Perancis tampil pertama kali, membawa peralatan mutakhir, ukur sana ukur sini, catat ini dan itu, kemudian menyerah tidak sanggup . Pakar Amerika perlu waktu yang lama, tapi taksirannya keliru . Tim Jerman menyatakan usia mumi itu tiga ribu dua ratus tahun lebih sedikit, juga salah . Tim Jepang juga menyebut di seputar angka tersebut, juga salah .

Giliran peserta dari Indonesia maju, Pak Komandan ini bertanya pada panitia, bolehkah dia memeriksa mumi itu di ruangan tertutup .

"Boleh, silahkan," Jawab panitia .

Lima belas menit kemudian, dengan tubuh berkeringat pak komandan itu keluar dan mengumumkan temuannya kepada tim juri .

"Usia mumi ini lima ribu seratus dua puluh empat tahun tiga bulan tujuh hari," Katanya dengan lancar, tanpa keraguan sedikit pun .

Ketua dan seluruh anggota tim juri terbelalak dan saling berpandangan, heran dan kagum . Jawaban itu tepat sekali ! Bagaimana mungkin pakar dari Indonesia ini mampu menebak dengan tepat dalam waktu sesingkat itu ? hadiah pun diberikan . Ucapan selamat mengalir dari para peserta, pemerintah Mesir, perwakilan negara-negara asing dan sebagainya dan sebagainya . Pemerintah pun bangga bukan kepalang .

Menjelang kembali ke Indonesia, Pak komandan dikerumuni wartawan dalam dan luar negeri di lobby hotel .

"Anda luar biasa," kata mereka . " Bagaimana cara anda tahu dengan persis usia mumi itu?"

Pak komandan dengan enteng menjawab,"saya gebuki, ngaku dia ."




--------------------------------------------------------------------------------
Author By Roni Irnawan/ 30/ 1mm1

***********
10:11 AM
***********

:: Humor ::

Penjual Telor
> Di sebuah pasar tradisional.
>
> Pembeli: "Mas, telornya berapa sekilo?"
> Penjual: "Telor ayam atau telor bebek?"
> Pembeli: "Telor ayam."
> Penjual: "Telor ayam biasa atau ayam kampung?"
> Pembeli: "Ayam biasa."
> Penjual: "Yang lokal atau yang import?"
> Pembeli: "Yang lokal aja."
> Penjual: "Yang lokalnya mau yang dari Jakarta, Bogor atau Depok?"
> Pembeli: "Yang Jakarta deh..." (Sambil terlihat kesal).
> Penjual: "Mau yang Jakarta Pusat, Barat, Timur, Utara, atau Selatan?"
> Pembeli: "Mas ini jual telor atau mau jalan-jalan?"
> Penjual: "Maaf Bu, saya penjual mie ayam di sebelah. Kebetulan yang jual
> telor lagi ke belakang. Saya disuruh ngobrol dulu sama pembeli sampe dia
> dateng."
>
author By Roni Irnawan / 30 / 1mm1

***********
10:08 AM
***********

:: Awas Virus Baru Mengancam ::

Beberapa jam lalu, PandaLabs mendeteksi munculnya 6 varian baru (BN, BO, BP,
BQ, BR dan BS) dari cacing Bagle, juga 4 varian baru (BO, BP, BQ dan BR)
dari Trojan Mitglieder. Yang paling aktif adalah saat ini adalah Bagle.BN
dan Mitglieder.BO. Menurut tech support Panda Software's international,
telah banyak kejadian pada komputer user di dunia, dan juga merupakan salah
satu virus yang paling sering diditeksi oleh Panda ActiveScan.

Bagle.BN dan Mitglieder.BO bekerja tanpa jejak dengan menyebar
seluas-luasnya. Mitglieder.BO menyerang komputer lewat email, dalam sebuah
lampiran / attachment yang memiliki nama seperti price.zip atau price2.zip.
Jika user menjalankan file tersebut, Trojan tersebut akan aktif dan mencoba
konek pada seubah alamat Internet yang mana bisa mendownload cacing
Bagle.BN kedalam sistem. Setelah Bagle.BN terpasang pada sebuah komputer, ia
akan mengirim Mitglieder.BO pada alamat-alamat yang diketemukan dalam sebuah
file bernama EML.EXE, yang juga di download dari Internet. Untuk melakukan
ini cacing tersebut menggunakan mesin SMTP sendiri.



Sebagai tambahan, Mitglieder.BO mematikan proses pada berbagai antivirus
antivirus dan program keamanan lainnya, dan menulis ulang Windows 'hosts'
file untuk mencegah user konek pada halaman web tertentu.



Panda Software's International Tech Support telah menditeksi banyak kejadian
yang disebabkan oleh program jahat baru ini, user harus berwaspada dan
selalu memperbaharui antivirusnya. Bagi klien Panda Software, update terbaru
untuk melawan program jahat tersebut telah diluncurkan.


Author By Roni Irnawan / 30 / 1mm1

***********
10:02 AM
***********

:: KEBAHAGIAAN ADALAH SEBUAH PILIHAN ::

Pada suatu zaman di Tiongkok, hiduplah seorang jenderal besar yang selalu menang dalam setiap pertempuran. Karena itulah, ia dijuluki "Sang Jenderal Penakluk" oleh rakyat.

Suatu ketika, dalam sebuah pertempuran, ia dan pasukannya terdesak oleh pasukan lawan yang berkali lipat lebih banyak. Mereka melarikan diri, namun terangsak sampai ke pinggir jurang. Pada saat itu para prajurit Sang Jenderal menjadi putus asa dan ingin menyerah kepada musuh saja.

Sang Jenderal segera mengambil inisiatif, "Wahai seluruh pasukan, menang-kalah sudah ditakdirkan oleh dewa-dewa. Kita akan menanyakan kepada para dewa, apakah hari ini kita harus kalah atau akan menang."

Saya akan melakukan tos dengan keping keberuntungan ini! Jika sisi gambar yang muncul, kita akan menang. Jika sisi angka yang muncul, kita akan kalah! Biarlah dewa-dewa yang menentukan!" seru Sang Jenderal sambil melemparkan kepingnya untuk tos… Ternyata sisi gambar yang muncul!

Keadaan itu disambut histeris oleh pasukan Sang Jenderal, "Hahaha… dewa-dewa di pihak kita! Kita sudah pasti menang!!!" Dengan semangat membara, bagaikan kesetanan mereka berbalik menggempur balik pasukan lawan. Akhirnya, mereka benar-benar berhasil menunggang-langgangkan lawan yang berlipat-lipat banyaknya.

Pada senja pasca-kemenangan, seorang prajurit berkata kepada Sang Jenderal, "Kemenangan kita telah ditentukan dari langit, dewa-dewa begitu baik terhadap kita."

Sang Jenderal menukas, "Apa iya sih?" sembari melemparkan keping keberuntungannya kepada prajurit itu. Si prajurit memeriksa kedua sisi keping itu, dan dia hanya bisa melongo ketika mendapati bahwa ternyata kedua sisinya adalah gambar…

Memang dalam hidup ini ada banyak hal eksternal yang tidak bisa kita ubah; banyak hal yang terjadi tidak sesuai dengan kehendak kita. Namun demikian, pada dasarnya dan pada akhirnya, kita tetap bisa mengubah pikiran atau sisi internal kita sendiri: untuk menjadi bahagia atau menjadi tidak berbahagia. Jika bahagia atau tidak bahagia diidentikkan dengan nasib baik atau nasib buruk, jadi sebenarnya nasib kita tidaklah ditentukan oleh siapa-siapa, melainkan oleh diri kita sendiri.

Ujung-ujungnya, kebahagiaan adalah sebuah pilihan proaktif. "The most proactive thing we can do is to 'be happy'," begitu kata Stephen R. Covey dalam buku 7 Habits-nya.


Author By: Roni Irnawan / 30/ 1mm1

***********
9:55 AM
***********

Tuesday, March 22, 2005

:: Kocaknya bangsa Kita ::

SIAPA bilang bangsa kita tidak kocak. Dominasi program lawak di
televisi menunjukkan, bangsa kita gemar membanyol. Ketika dunia
berlomba mengejar inventor hi-tech yang naik pesat, tingkat
partisipasi korupsi kita-menurut koran-sudah sampai kelurahan. Kata
seorang profesor, "Wong bisa dan kesempatannya cuma itu!"

Tetangga sebelah bilang, ihwal perkara miring, kita memang nomor
satu. Sekian puluh tahun kita rajin memelihara wabah demam berdarah,
misalnya. Kocaknya, keluarga korban demam berdarah yang tak tertolong
masih ada yang tidak gusar. Padahal, rakyat Belanda yang knalpot
mobilnya rusak gara-gara pemerintah membiarkan jalan jeglok saja
mencak- mencak menuntut ganti rugi.

Pernah juga mendengar kisah seorang sopir taksi asal Sumatera Utara
yang bergurau kepada penumpangnya berceloteh, "Kayak di Bosnia saza,"
ketika melintasi jalan raya berlubang di Ibu Kota, yang pajak
mobilnya tertinggi di Indonesia, tetapi aspalnya sudah bagai kubangan
kerbau.

Mungkin di situ enaknya (maaf) menggembala rakyat Indonesia. Selain
rasa humornya tinggi, mereka susah marah, pandai tersenyum, mudah
trenyuh, dan gampang menangis. Jika ada satu-dua rakyat yang
terbilang vokal, tentu bukan mewarisi genetika politik bangsa kita
yang cenderung memilih suka nrimo.

Namun satu hal harus diakui, bangsa kita mudah curiga, bersyak-
wasangka, dan lekas tersinggung. Kata seorang sosiolog, boleh jadi
karena wujud kekocakan karakter biar miskin asal sombong. Kocaknya,
benci kepada orangnya, tetapi mau menerima sumbangannya.

Pernah pula menyaksikan sekian banyak penumpang bus luar kota yang
sudi duduk di lantai bus padahal membayar ongkos penuh. Atau mereka
tak marah diturunkan seenaknya di tengah jalan sebelum tiba ke tujuan
dan mereka masih tertawa. Kita mafhum, boleh jadi karena sejak bayi
bangsa kita selain rajin diajak tersenyum, juga belajar pandai
tertawa.

MELIHAT gejala seperti itu seorang psikolog bilang, mungkin itu
sebabnya mengapa bangsa kita tergolong tahan banting. Dari muda
mereka terbiasa hidup berdampingan secara damai dengan tekanan,
krisis, konflik, dan frustrasi. Daya tahan stresnya menjadi kokoh.
Oleh karena itu, boleh jadi dalam menghadapi tiap kematian sia-sia,
atau mati konyol anggota keluarga sekalipun, mereka terlihat masih
tegar tanpa gusar.

Sejelek-jelek layanan publik yang pernah dialami, masih ada pihak
yang mereka sanjung. Penderitaan dan kesusahan jelas-jelas mereka
alami karena human error, masih disangka God's decision.

Tengok mereka yang bergelantungan di bus kota tiap hari, tanpa
berpendingin merayap di jalan macet, dan macetnya akibat buatan
manusia dan ulah penguasa. Atau, beratnya menempuh buruknya jalan
desa, tetapi mereka tabah menerima. Padahal, setelah lebih dari
setengah abad merdeka, sudah selayaknya semua kesusahan itu tak
mereka alami. Namun kocaknya, bagi mereka, semua itu bukan masalah.
Tampaknya, dalam urusan badan, mereka boleh lelah dan letih, juga
boleh nyeri, asal hati tetap ayem mereka tak mudah menjadi berang.

Asalkan tidak sengaja menusuk hati, bangsa kita enak diajak bergaul.
Turis asing senang datang ke negeri kita bisa jadi salah satunya
karena dalam serba kekurangan bangsa kita masih bertegur sapa dan
tulus tersenyum. Sutradara film mungkin melihatnya sebagai sebuah
puisi. Masih ada senyuman tulus di balik kegetiran hidup. Bagi setiap
filsuf, potret itu juga sebuah kekocakan hidup.

DI negeri orang lain, warga terantuk batu saja sudah berteriak keras.
Kocaknya bangsa kita, meski sudah lama terinjak, mungkin diinjak,
masih saja mesem yang tidak dibuat-buat ala Mr Bean. Mesemnya
menggendong ketegaran hidup. Jika sampai marah, mereka menyampaikan
dengan santun.

Bangsa lain mungkin sudah menjerit, bangsa kita menahan rasa perih
pedih kehidupan tanpa mengaduh. Perhatian kecil dari penguasa membuat
rakyat sumringah-nya luar biasa. Apalagi jika sampai bisa membuat
mereka kecukupan makan tiap hari. Kocaknya pula, bangsa kita masih
sering takut kepada polisi kendati tidak bersalah. Masih tetap
menaruh hormat kepada pamong, kendati proyek jalan desa dikorupsi dan
sawah dibiarkan puso.

Kita ingin menyitir gejala orang-orang di negara sosialis, yang
saking beratnya hidup, tanpa boleh berontak dan mengaduh sehingga
yang muncul ungkapan satir dan gereget humor sebagai katarsis. Dari
situ ada tangkai-tangkai humanisme yang mungkin terpetik. Kalau di
sana, misalnya, tumbuh fenomena sosial "Mati Ketawa Cara Rusia",
rasanya bukannya dibuat-buat bila di sini ada pula spesies hidup
berbangsa dengan kekocakan karakter "Mati Ketawa Cara Indonesia".

Author By; Roni Irnawan / 1mm1/ 30

***********
9:59 AM
***********

Friday, March 18, 2005

:: Dengan puisi ::

Dengan puisi aku bernyanyi sampai senja umurku nanti
Dengan puisi aku bercinta berbatas cakrawala

Dengan puisi aku mengenang keabadian yang akan datang
Dengan puisi aku menangis jarum waktu bila kejar mengiri

Dengan puisi aku memutih nafas jalan yang busuk
Dengan puisi aku berdoa perkenankanlah kiranya




yan wisnu / 36

***********
9:33 PM
***********

:: bila ::

Dua pupil mungil menerawang
Didalam redup gelas panjang putih
Delapan jari lengket menempel di langit
Menunggu si kecil penyambung hidup
Belukar khayal dihempas sepoinya topan mimpi
Menyisir menggapai sosok bayang
Mencari potongan potongan renik
Jadikan puzzle puzzle tak berpola
Perihnya indera pengecap warna
Tak terasa terbius kosongnya jiwa
Kurva tonjolan biru berdenyut keras
Mencoba salurkan ingatan ingatan lama
Menggali memori
Mencakar cakar akal
Membuka halaman binder binder tua
Mengurai gumpalan gumpalan
Mencairkan kentalnya lupa
Waktu tak lagi menjadi penganggu
Karena kalbu menjajah tabu
Tirai tirai beruntai seribu
Berjalan merangkak meraba merasa
Temukan sesungging senyuman dara
Lama…
Hanya lama….
Harap asa meminta
Bilakah lukisan semu ayu Sang Pencipta
Menjadi penghias lena….
Bila ?….

yan wisnu y /36

***********
9:01 PM
***********

Thursday, March 10, 2005

:: mbanyol Tok ::

"Pak-dé Rono, saweg menggaléh nopo?"
"Lagi ngrasakké negoro kito"
"Pripón, to?"
"Rumangsaku negoro kito luwéh mólyo naliko ðijajah Walonðo"

"Nèk ngoten apiké kito mbuðiðoyo supaðos ðijajah"
"Carané?"
"Negoro Amerika kito serang"
"Lhó, bèn opo?"
"Supaðos kito kawon lajeng ðijajah Amerika"

"Wah, iyo yo, ..... "
"Lha néng .... "
"Lhó, keno opo?"
"Nèk RI séng menang?"

Kibroto
Seri Sarwo Nyolowaði bis ðipréksani éng http://kibroto.blogspot.com

--------------

"Pak-dé Rono, sedang mikir apa?"
"Sedang merasaken negara kita"
"Kenapa, sih?"
"Perasaanku, negara kita lebih baik sewaktu dijajah Walonðo (Belanda)"

"Jika begitu lebih baik kita berupaya supaya dijajah"
"Caranya?"
"Negara Amerika kita serang"
"Lhó, biar apa?"
"Supaya kita kalah lantas dijajah Amerika"

"Wah, iya ya, ..... "
"Akan tetapi ...."
"Kenapa?"
"Kalau RI yang ... menang?"


Roni irnawan / 1mm1 / 30

***********
10:07 AM
***********

Monday, March 07, 2005

:: Pokonya lucu deh ::

TKI Nyolowaði

Text Bahasa Indonesia dibawah

"Wah Mblong, aku kewirangan ..."
"Keno opo?"
"Ðipoyoki wong Malaysia"
"Ðipoyoki piyé?"

"Jaréné, TKI2 naðyan wés ðuwé bójó éng RI, podo ngrabi TKW2 séng mbót gawé
kono"
"Lha yo bener, to?"
"Hus! Bener piyé?"
"Lha nèk ngrabi TKW2 séng mbót gawé nang Hongkong, ... tenèh piyé?"

Kibroto
Seri Sarwo Nyolowaði bis ðipréksani éng http://kibroto.blogspot.com

------------------------

"Wah Mblong, aku dipermaluken ..."
"Kenapa?"
"Ðipoyoki wong Malaysia"
"Ðipoyoki gimana?"

"Katanya, TKI2 biarpón dah punya bini di RI masih mengawini TKW2 yang kerja
disono"
"Lha ya bener, to?"
"Hus! Bener gimana?"
"Lha kalo mengawini TKW2 yang kerja di Hongkong, ... lantas gimana?"


Roni Irnawan / 30 / 1mm1

***********
11:03 AM
***********

:: kabar dari Aremania ::

Ndhek makelar sam.... Ndhek loket yo wis entek...
Pengurus Arema dan pihak Pemkot Malang akan mengadakan pertemuan guna
menindaklanjuti permasalahan stadion untuk pertandingan home Arema agar
menepati janji untuk merenovasi stadion Gajayana...., bila tidak ada titik
temu, dengan terpaksa pengurus Arema akan memindahkan seluruh jadwal home
Arema ke Stadion Kanjuruhan. Hal ini menanggapi banyaknya komentar mengenai
membludaknya jumlah penonton hingga sentel ban, jumlah ini belum dihitung
jumlah supporter yang tidak kebagian tiket. Beberapa supporter juga meminta
janji Pak Peni dan Taufik Kiemas untuk merealisasikan renovasi stadion
Gajayana., jangan pakai nama Arema sebagai sarana politik, sehingga janji
tinggalah janji. Berita ndhek Malang Post hari ini.

Author By: Roni Irnawan/ 30/ 1mm1

***********
11:00 AM
***********

:: Penghilang stress ::

>>Di awal zaman, Tuhan menciptakan seekor sapi.
> >>
> >>Beliau berkata kepada sang sapi "Hari ini kuciptakan kau! Sebagai
> >>
> >>sapi engkau harus pergi ke padang rumput. Kau harus bekerja di bawah
> >>
> >>terik matahari sepanjang hari. Kutetapkan umurmu sekitar 50 tahun."
> >>
> >>Sang Sapi keberatan "Kehidupanku akan sangat berat selama 50 tahun.
> >>
> >>Kiranya 20 tahun cukuplah buatku. Kukembalikan kepadamu yang 30 tahun"
> >>
> >>Maka setujulah Tuhan.
> >>
> >>
> >>
> >>Di hari kedua, Tuhan menciptakan monyet. "Hai monyet, hiburlah
> >>
> >>manusia. Aku berikan kau umur 20 tahun!" Sang monyet menjawab
> >>
> >>"What? Menghibur mereka dan membuat mereka tertawa?
> >>
> >>10 tahun cukuplah. Kukembalikan 10 tahun padamu"
> >>
> >>Maka setujulah Tuhan.
> >>
> >>
> >>
> >>Di hari ketiga, Tuhan menciptakan anjing. "Apa yang harus kau lakukan
> >>
> >>adalah menjaga pintu rumah majikanmu. Setiap orang mendekat kau harus
> >>
> >>menggongongnya. Untuk itu kuberikan hidupmu selama 20 tahun!" Sang
> >>
> >>anjing menolak : "Menjaga pintu sepanjang hari selama 20 tahun ? No
> >>
> >>way.! Kukembalikan 10 tahun padamu".
> >>
> >>Maka setujulah Tuhan.
> >>
> >>
> >>
> >>Di hari keempat, Tuhan menciptakan manusia. Sabda Tuhan:
> >>
> >>"Tugasmu adalah makan, tidur, dan bersenang-senang.
> >>
> >>Inilah kehidupan. Kau akan menikmatinya.
> >>
> >>Akan kuberikan engkau umur sepanjang 25 tahun!"
> >>
> >>Sang manusia keberatan, katanya "Menikmati kehidupan selama 20 tahun?
> >>
> >>Itu terlalu pendek Tuhan. Let's make a deal. Karena sapi mengembalikan
> >>30 tahun usianya, lalu anjing mengembalikan 10 tahun, dan monyet
> >>mengembalikan 10 tahun usianya padamu, berikanlah semuanya itu padaku.
> >>
> >>Semua itu akan menambah masa hidupku menjadi 75 tahun.
> >>
> >>Setuju ?"
> >>
> >>Maka setujulah Tuhan.
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>AKIBATNYA..............................
> >>
> >>Pada 25 tahun pertama kehidupan sebagai manusia dijalankan
> >>
> >>(kita makan, tidur dan bersenang-senang)
> >>
> >>30 tahun berikutnya menjalankan kehidupan layaknya seekor sapi
> >>
> >>(kita harus bekerja keras sepanjang hari untuk menopang keluarga
> >>kita.)
> >>
> >>10 tahun kemudian kita menghibur dan membuat cucu kita tertawa dengan
> >>
> >>berperan sebagai monyet yang menghibur.
> >>
> >>
> >>
> >>Dan 10 tahun berikutnya kita tinggal dirumah, duduk didepan pintu,
> >>
> >>dan menggonggong kepada orang yang lewat
>
>

Roni irnawan/1mm1/30

***********
10:49 AM
***********

Cowoks
Name:
Location: Malang, Jawa Timur, Indonesia

kami adalah sekelompok orang yang memiliki web ini. mulyadi_agung_p@yahoo.com double_roni@yahoo.com y3w3y3@yahoo.com

Her Friends...
Friend
Friend
Friend
Friend
Friend

Credits...
Blogger
Blogskins
indicolite07

This work is licensed under a
Creative Commons License
Copyright© 2005
indicolite07 Productions

Tag~Board
Place your or ShoutBox here.
Recent
Rahasia Perempuan
Humor
Hidup adalah perjuangan
BUKU HARIAN ISTERI Minggu Malam - Dia bertingkah ...
Menebak usia mumi
Humor
Awas Virus Baru Mengancam
KEBAHAGIAAN ADALAH SEBUAH PILIHAN
Kocaknya bangsa Kita
Dengan puisi

Archive
February 2005
March 2005